
Hello Hive friends, may God always bless us all. I am so happy to be back to share a post in our beloved GEMS community. Greetings to all community members and stakeholders.
In this post, I want to share a story about my time at the market. A few days ago, I went to one of the Ramadan bazaars located near Paya Ilang Market, Takengon.

This Ramadan Bazaar is held annually during the month of Ramadan. Every Ramadan, the Paya Ilang market area is always bustling with culinary vendors.
This time, I had the opportunity to visit the Ramadan Bazaar, located not far from the Paya Ilang red light intersection. I parked my vehicle near the Traffic Police post near the Ramadan Bazaar.

There are parking attendants guarding vehicles in the parking area, providing a sense of security and convenience for visitors to the bazaar. The entrance to the bazaar is through the road near the traffic light or near the traffic police post.
At the entrance, they also display a welcome banner, clearly visible to everyone. Upon entering the bazaar, you'll find many tents on the left and right sides.

These small tents are stands/stalls provided by the committee. They were set up several days before Ramadan, so the committee had prepared everything perfectly.
This bazaar is essentially a place to sell various culinary delights for breaking the fast. Each tent offers a variety of culinary delights, from drinks to food; you can find everything here.

If we look closely, each stall also sells different culinary delights. From one stall to the next, we can find many different variations. The culinary delights available are the most popular food and drink menus for breaking the fast.
A variety of cakes, vegetable dishes, refreshing drinks, ready-to-eat meals, various noodles, and traditional dishes like lepat gayo and tapai are also available in this bazaar area. I particularly enjoy pecal (rice cake), es teler (spicy iced tea), fried noodles, and various fried foods like risol (rice cakes) and bakwan (fried meatballs).

The culinary vendors here offer very affordable prices. For example, fried foods start at one thousand rupiah, and refreshing drinks start at five thousand rupiah. Vendors begin arriving at the bazaar to bring their goods/products as early as three in the afternoon.
Buyers start arriving at the bazaar as early as four in the afternoon. If you arrive earlier, the bazaar will be less crowded with sellers and buyers. The bazaar usually gets busy around five in the afternoon, until it's time to break the fast.

With so many vendors selling various types of culinary delights, we must be smart about choosing healthy foods and limiting ourselves from buying excessive amounts. Because without realizing it, as I often experience, at times like these, we often spend money on unexpected expenses.











I believe this moment isn't just about fasting and self-restraint, but also about self-restraint to avoid excessive consumption of food and drinks for breaking the fast. This moment isn't just about worship, but also brings blessings and prosperity to food vendors.

Halo sahabat Hive, semoga tuhan selalu memberkati kita semuanya, senang sekali saya dapat kembali untuk berbagi postingan di komunitas GEMS yang kita cintai ini. Salam untuk seluruh anggota komunitas dan para pemangku kepentingan yang terhormat.
Pada postingan ini saya ingin berbagi cerita tentang aktivitas saya pergi ke pasar. Beberapa hari yang lalu saya pergi ke salah satu pasar bazar ramadhan yang berada di sekitaran pasar Paya Ilang, Takengon.

Acara Bazar Ramadhan ini selalu diadakan setiap tahun sekali pada momen bulan Ramadhan. Setiap momen bulan Ramadhan, area pasar Paya Ilang selalu ramai dengan penjual kuliner.
Kali ini saya berkesempatan untuk pergi ke area Bazar Ramadhan yang terletak tidak jauh dari simpang lampu merah Paya Ilang. Saya memarkirkan kendaraan di sekitar pos Polisi Lalu Lintas yang ada di dekat lokasi Bazar Ramadhan ini.

Di area parkir ada petugas parkir yang menjaga kendaraan, jadi ini dapat memberikan rasa aman dan kemudahan bagi pengunjung yang datang ke area bazar ini. Pintu masuk menuju ke area bazar adalah melalui jalan di dekat lampu merah, atau dekat dengan pos polisi lalu lintas.
Di pintu masuk mereka juga telah memajang sebuah banner ucapan selamat datang, semua orang dapat melihat dengan jelas banner ini. Memasuki area bazar kita akan menemukan banyak tenda yang berada di sisi kiri dan sisi kanan.

Tenda-tenda berukuran kecil ini merupakan tenda stand/lapak yang telah disediakan oleh pihak panitia. Tenda-tenda ini telah didirikan beberapa hari sebelum bulan Ramadhan,jadi panitia telah mempersiapkan semua ini dengan sempurna.
Pada dasarnya tempat bazar ini merupakan tempat untuk menjual berbagai kuliner untuk berbuka puasa. Di setiap tenda yang kita temukan di tempat bazar ini terdapat berbagai aneka kuliner, mulai dari minuman hingga makanan, semua dapat anda temukan di sini.

Jika kita perhatikan, setiap tenda juga menjual kuliner yang berbeda-beda, antara satu tenda dengan tenda yang lain ada banyak varian yang berbeda yang dapat kita temukan. Kuliner yang tersedia merupakan menu-menu makanan dan minuman yang paling favorit untuk berbuka puasa.
Aneka kue, makanan jenis sayuran, minuman segar, makan siap saji, aneka mie dan makanan tradisional seperti lepat gayo dan tapai juga tersedia di area bazar ini. Saya lebih suka dengan pecal, minuman es teler, mie goreng dan aneka makanan gorengan seperti risol dan bakwan.

Adapun harga yang ditawarkan para pedagang kuliner di sini menjual dengan harga yang sangat terjangkau, misalnya seperti makanan gorengan di jual mulai dari harga seribu rupiah, untuk jenis minuman segar dijual dengan harga mulai dari lima ribu rupiah. Para pedagang mulai datang ke area bazar untuk membawa barang/produk yang mereka jual yaitu sejak jam tiga sore.
Area bazar ini akan mulai didatangi oleh para pembeli mulai sejak pukul empat sore. Jika kita datang lebih awal, area bazar akan lebih sepi dari penjual dan pembeli, biasanya area bazar akan ramai sekitar pukul lima sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan banyaknya pedangan yang menjual berbagai jenis kuliner, kita harus pandai memilih jenis makanan yang sehat dan membatasi diri dari membeli makanan dalam jumlah yang berlebihan. Karena tanpa kita sadari, seperti hal yang sering juga saya rasakan, di momen seperti ini banyak pengeluaran uang untuk keperluan yang tidak saya duga-duga.











Saya pikir, momen ini tidak hanya sekedar tentang ibadah puasa dan menahan diri tetapi ini juga adalah proses pembatasan diri agar tidak membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa secara berlebihan. Momen ini tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan rezeki untuk pedagang kuliner.



That concludes my post, I hope you enjoy it...
All photos were taken with IPHONE 11>>>
Translation by Google Translate>>>
Regards,
@ponpase


Wow so many stalls and sellers with a lot of choice of nice food 😍😍 wonderful
Thank for your feedback
Congratulations @ponpase! You have completed the following achievement on the Hive blockchain And have been rewarded with New badge(s)
You can view your badges on your board and compare yourself to others in the Ranking
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOPCheck out our last posts: