
Hello Hive friends, may God always bless us all. I am delighted to be back in the Wednesday Walk community to share this week's post. Greetings to all our beloved community members and esteemed stakeholders.
In this week's Wednesday Walk, I want to share our daily activities. We woke up a little earlier than usual because we were returning to the village in the morning.

After more than a month in the city after the natural disaster, we had rarely returned to the village, so we felt a longing to go home, just to see the scenery and connect. We left early in the morning so we would have more time in the village before day and night fell.
This was a good opportunity and moment for us to return to the village, as the road leading to it was now passable by vehicles. We had set off early in the morning, stopping briefly in the Tansaril area to buy fish and fruit.

We bought milkfish, watermelon, and rambutan as souvenirs for our family back home. Bringing souvenirs back home is commonplace, even mandatory.
Upon arriving in the Pegasing area, we stopped at an ATM to withdraw money, both for emergencies during the trip and for our stay in the village. The ATM is located on the side of the road, near a mosque. ATMs in our area are open 24 hours a day, except during power outages.

We returned to the village via the Gelelungi-Celala highway, an alternative route that is now passable by vehicles. During the natural disaster last month, this road was severely affected by landslides, resulting in road access being cut off.
This could be considered an extreme route; we had to traverse a road with landslide debris still clearly visible along the entire route. Several sections of the road were cut off and flooded by small rivers, and there were also makeshift bridges made of wood. Traveling this route was indeed tense and filled with anxiety.

During our journey, we saw rice paddies already planted, and activities in several villages were slowly returning to normal. The rice paddies in the villages were small plots of land, and they were being planted. Although it was already the dry season, we hoped that water would always be available.
During our journey, we traversed challenging roads, with piles of landslide debris on both sides. Furthermore, crossing a makeshift bridge over a river was incredibly nerve-wracking.

On this route, we witnessed firsthand the changed condition of the village, with piles of rocks, wood, and mud. We also saw several homes that had been damaged and disappeared from their homes, swept away by the flash flood.







This journey was indeed a little scary and required us to be extra careful while driving. However, due to our longing for our family back home, we had to overcome this fear, which ultimately led us to our safe return home, where we could be reunited with our family.

Halo sahabat Hive, semoga tuhan selalu memberkati kita semuanya, senang sekali saya dapat kembali di komunitas Wednesday Walk untuk berbagi posting edisi minggu ini. Salam untuk seluruh anggota komunitas tercinta dan para pemangku kepentingan yang terhormat.
Pada edisi Wednesday Walk minggu ini saya ingin berbagi aktivitas harian kami. Kami bangun pagi sedikit lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, karena pada pagi hari kami akan pulang ke desa.

Setelah satu bulan lebih berada di kota paska bencana alam, kami sudah jarang pulang ke desa, sehingga ada rasa rindu untuk pulang, sekedar melihat suasana dan bersilaturrahmi. Kami berangkat pada pagi hari, agar nantinya kami akan memiliki lebih banyak waktu selama berada di desa, sebelum siang dan malam tiba.
Ini adalah kesempatan dan momen yang baik untuk kami pulang ke desa, karena jalan menuju ke desa sudah bisa di lalui kendaraan. Sudah sejak pagi kami mulai berangkat, diperjalanan kami berhenti sejenak di wilayah Tansaril untuk membeli ikan dan buah-buahan.

Kami membeli ikan bandeng, semangka, dan rambutan, sebagai buah tangan untuk keluarga di desa. Membawa buah tangan saat pulang ke desa adalah hal yang lumrah bahkan menjadi seperti sesuatu hal yang wajib harus ada.
Setiba di daerah Pegasing, kami singgah di salah satu layanan ATM untuk menarik uang, dana untuk jaga-jaga selama diperjalanan dan akan dibutuhkan juga selama kami berada di desa nantinya. ATM berada berada di pinggir jalan, dekat dengan sebuah mesjid, layanan ATM di derah kami aktif selama 24 jam, kecuali jika sedang dalam kondisi pemadaman listrik.

Kami pulang ke desa melewati jalan lintas Gelelungi - Celala, sebuah jalan aternatif yang telah dapat dilalui oleh kendaraan. Pada saat bencana alam bulan lalu, jalan ini sangat terdampak dengan longsor hingga mengakibatkan pemutusan akses jalan.
Ini bisa dibilang sebagai jalur extreme, kami harus melewati jalan dengan bekas material longsor yang masih tampak terlihat jelas di sepanjang titik jalan. Beberapa titik jalan putus dan digenangi oleh aliran air sungai kecil, ada juga jembatan darurat yang terbuat dari kayu, melewati jalan ini memang membuat kita merasa tegang dan penuh dengan rasa khawatir.

Selama perjalanan, kami melihat area persawahan yang sudah mulai ditanami padi, aktivitas warga di beberapa desa mulai perlahan-lahan tampak berjalan normal. Sawah-sawah didesa memiliki area petak tanah yang berukuran kecil-kecil, padi-padi ini mulai ditamami, meskipun ini sudah memasuki musim kemarau, semoga aliran air ke sawah akan selalu dapat tersedia.
Selama perjalanan kami melewati jalanan yang menantang dengan sisi kiri dan kanan jalan adalah tumpukan material tanah longsor. Belum lagi, ketika melewati jembatan darurat di aliran sungai, itu kami rasa sangat menegangkan.

Dilintasan ini kamipun melihat secara langsung kondisi desa yang sudah berubah, banyak material bebatuan, kayu dan lumpur yang menumpuk. Terlihat juga beberapa rumah warga yang telah rusak dan hilang dari tempat timggal mereka, akibat terbawa oleh arus banjir bandang.







Perjalanan ini memang sedikit menakutkan dan menuntut kita untuk ekstra hati-hati mengendarai kendaraan selama diperjalanan. Namun, karena rasa rindu untuk keluarga yang didesa, rasa takut tersebut harus dilawan, yang akhirnya membawa kami sampai di rumah dengan selamat dan kami dapat berkumpul bersama keluarga.



That concludes my post, I hope you enjoy it...
All photos were taken with Iphone 11>>>

Location Via https://worldmappin.com/ : [//]:# (!worldmappin 4.56465 lat 96.79100 long d3scr)
Regards,
@ponpase


You can check out this post and your own profile on the map. Be part of the Worldmappin Community and join our Discord Channel to get in touch with other travelers, ask questions or just be updated on our latest features.
Thank you very much
The view is very beautiful. The weather is good, the village is not far from farms,rice fields, rivers and other. Can see piles of stones left over from the flash floods. Thank you friend. Best regard.
Hey, thank you for feedback 🙏🎉👍
Thank you're welcome.
What a warm and nostalgic post. A trip home always hits the heart differently. Thanks for sharing these moments beautiful walk and memories.🙏🏻
Hy mom , thank for your feedback, have a nice day !!!