Cashmap

Natural Conditions and the Fate of Natural Disaster Survivors After Two Months

199206.jpg

Hello Hive friends, I hope you are always in good health and blessed by God. I am delighted to be back on this beloved GEMS to share this post. Greetings to all community members and respected stakeholders.

Almost two months after the landslide and flash flood disaster that struck Aceh on November 26, 2025, the situation in our region still seems far from normal. Our region is located in the central part of Aceh province, namely Bener Meriah Regency and Central Aceh Regency.

199212.jpg

These two areas were severely impacted at the time, especially after the natural disaster. Numerous landslides buried houses, destroyed gardens, blocked roads, and cut off access roads.

Flash floods also damaged many homes, inundating residential areas, carrying mud, rocks, and wood. Our area is located in a hilly area with many rivers, both small and large, making it highly susceptible to landslides and flooding during the rainy season.

199205.jpg

However, as far as I know, the natural disaster in 2025 was the worst natural disaster to occur in our region. In my lifetime, it was the first I experienced since the 2004 tsunami that struck coastal areas of Aceh. To this day, two months after the disaster, the trauma remains, especially when it rains; fear and worry constantly cloud our minds.

199208.jpg

In several other areas, for example, in Permata District, Bener Meriah Regency, conditions still appear to be submerged. Several areas are still inundated with water because the main watercourses, which were previously rivers or irrigation channels, have not been repaired or improved, resulting in new streams and puddles forming in residential areas.

Even if we travel along the PT. KKA - Bener Meriah route, in the Buntul and Burni Pase areas of Permata District, the conditions in these areas also appear very concerning. Previously, access to this road was completely cut off, the road was split and severed by the flash flood which carried mud, rocks and wood, hitting the river and bridge hard until it was completely cut off, like the road had split in two.

199207.jpg

In every corner of the village, we still find homes that have been destroyed and have not received proper repairs. Some residents have even lost their homes. According to reports, the government is currently working to build temporary shelters for survivors of the natural disaster in our area.

However, so far, all we can see are a few orange tents erected in several locations. These small tents serve as refugee camps for those whose homes have been damaged or lost. In several other locations, we can see hillsides that appear to have collapsed, destroying residents' gardens. Some gardens have even disappeared without a trace. Now their hopes for coffee plantations have also been dashed.

199188.jpg

Some residents who still have coffee plantations may still be able to go to their plantations and harvest their coffee to help and restore their economy. However, some whose plantations have been damaged or even lost can only surrender and give up hope, hoping that things will get better soon.

199204.jpg

Another concern is the mud and rocks left over from the flash flood that still cover this area, including some that are still on the side of the road. The worrying thing is that when it rains again, this material could potentially cover the road again. Although a Bailey bridge has been built over the blocked roads, there's still a fear of using this road, as it's still made of dirt and small rocks with an uneven texture. Some cars can't even pass through, especially when it rains, when it becomes even more slippery and difficult to navigate.

199211.jpg

199209.jpg

199210.jpg

However, despite these conditions, regardless of the circumstances, we continue to strive to carry out our activities as usual, trying to recover, working together, and working together to improve. We hope this will all pass quickly, that good things will come, and that everything will be better in the future with hard work and cooperation between stakeholders and disaster survivors. We wish you all the best.


INDONESIA

199206.jpg

Halo sahabat Hive, semoga anda selalu dalam keadaan sehat dan diberkati tuhan, senang sekali saya dapat kembali di GEMS yang tercinta ini untuk berbagi postingan. Salam kepada seluruh anggota komunitas dan para pemangku kepentingan yang terhormat.

Hampir memasuki dua bulan paska bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada tanggal 26 November 2025 lalu, kini suasana di wilayah kami masih tampak belum normal. Wilayah kami berada di wilayah provinsi Aceh bagian tengah, yakni Kabaputen Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.

199212.jpg

Kedua wilayah ini merupakan wilayah yang sangat terdampak pada waktu itu, terlebih paska bencana alam. Banyak tanah longsor yang menimbun rumah, merusak kebun, menutupi jalan dan memutuskan jalan.

Banjir bandang juga telah merusak banyak rumah, merendam pemukiman warga dengan membawa material lumpur, bebatuan dan kayu. Wilayah kami berada diwilayah perbukitan dengan memiliki banyak aliran sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar, jadi sangat rentan dengan bencana longsor dan banjir jika musim hujan tiba.

199205.jpg

Namun, selama yang saya ketahui, bencana alam pada tahun 2025 merupakan bencana alam yang paling parah terjadi di wilayah kami, selama saya hidup, ini yang pertama kali saya rasakan setelah bencana Tsunami pada tahun 2004 yang melanda wilayah pesisir Aceh. Hingga saat ini, paska dua bulan bencana tersebut, masih menyisakan trauma bagi kami, terlebih jika turun hujan, rasa takut dan kekhawatiran selalu menyelimuti pikiran.

199208.jpg

Di beberapa wilayah lain misalnya, seperti wilayah Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, kondisi di wilayah ini tampak masih belum normal. Beberapa titik masih tampak digenangi oleh air, karena aliran air utama yang sebelumnya adalah aliran sungai atau aliran irigasi masih tampak belum dibenahi dan diperbaiki, sehingga terbentuklah aliran dan genangan air baru di pemukiman warga.

Bahkan jika kita pergi melewati sepanjang jalan lintasan PT.KKA - Bener Meriah, di wilayah Buntul dan Burni Pase, Kecamatan Permata, kondisi wilayah ini juga tampak sangat meprihatinkan. Sebelumnya akses jalan ini sempat putus total, jalanan terbelah dan putus oleh aliran banjir bandang yang membawa material lumpur, batu dan kayu, menghantam dengan keras aliran sunga dan jembatan hingga terputus total, seperti jalan yang terbelah dua.

199207.jpg

Disetiap sudut desa kita masih menemukan rumah-rumah warga yang sudah hancur dan belum mendapatkan perbaikan yang layak, beberapa warga bahkan sampai kehilangan rumah mereka. Menurut berita, langkah pemerintah saat ini adalah berupaya membangun hunian sementara atau rumah sementara untuk para penyintas bencana alam di wilayah kami.

Tetapi, sejauh ini yang terlihat hanyalah beberapa tenda berwarna orange yang dibangun di beberapa titik, tenda berukuran kecil ini dijadikan sebagai tempat mengungsi bagi mereka yang telah rusak atau kehilangan rumahnya. Di beberapa titik lain, kita dapat melihat sejumlah perbukitan yang tampak longsor hingga merusak area kebun warga, ada juga titik kebun yang bahkan hilang tanpa jejak, kini harapan mereka dari kebun kopi juga telah hilang.

199188.jpg

Beberapa warga yang masih memiliki kebun kopi, mungkin masih dapat beraktivitas ke kebun dan memanen kopi mereka untuk membantu dan memulihkan perekonomian mereka. Tetapi, beberapa diantara mereka yang telah rusak atau bahkan hilang kebunnya hanya dapat pasrah dan putus harapan, semoga semuanya akan segera membaik.

199204.jpg

Hal lainnya yang memprihatinkan adalah sejumlah material lumpur dan batu-batu sisa banjir bandang masih tampak memenuhi wilayah ini, termasuk beberapa lainnya yang masih berada di pinggir jalan, hal yang menakutkan adalah ketika hujan kembali turun, kemungkinan material ini akan kembali menutupi jalan. Meskipun jalan-jalan yang terputus kini telah dibangun jembatan bailey, tetapi masih ada rasa takut untuk melewati jalan ini, karena jalan ini masih terbuat dari tanah dan batu-batu kecil dengan tekstur tanah yang tidak rata, bahkan beberapa jenis mobil tidak dapat melintas melewati jalan ini, terlebih jika hujan, akan semakin licin dan susah dilalui.

199211.jpg

199209.jpg

199210.jpg

Tetapi, meskipun kondisi sedemikian rupa, dengan kondisi apapun, kami terus berupaya untuk menjalani aktivitas seperti biasanya, mencoba untuk bangkit, bekerjasama dan saling bergotong royong membenahinya. Kami berharap semua akan berlalu dengan cepat, hal-hal baik akan datang dan semua akan menjadi lebih baik dimasa mendatang dengan kerja keras dan kerjasama antara pemangku kepentingan dan penyintas bencana, semoga yang terbaik.

PONPASE HIVE BLOG.png

My Educational Video About Hive





PONPASE HIVE BLOG.png

My Business Info

Butuh jasa papan bunga ? Pesan di Ranis Florist ! Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik link di bawah ini !

PONPASE HIVE BLOG.png

That concludes my post, I hope you enjoy it...

All photos were taken with Samsung Galaxy A55>>>

Edited With Lightroom>>>


download.png


Location Via https://worldmappin.com/ : !worldmappin 4.838189 lat 96.912555 long <Buntul-Burni Pase-Permata, Bener Meriah> d3scr

Regards,
@ponpase

PONPASE HIVE BLOG.png

ponpase footer hive blog.png

Posted Using INLEO

0.00000000 CASHMAP
1 comments
Congratulations, your post has been added to The WorldMapPin Map! 🎉



You can check out this post and your own profile on the map. Be part of the Worldmappin Community and join our Discord Channel to get in touch with other travelers, ask questions or just be updated on our latest features.
0.00000000 CASHMAP